Jumat, 10 Februari 2017

Kelas Online Bukalapak , Memajukan produk lokal desa melalui Marketplace Bukalapak



Halo om tante yang JOSS GUANDOSS !!!

kali ini saya merangkum acara Kelas Online Telegram Regional 2 yang di selenggarakan hari jumat 10 februari dengan Pembicara Maulana Lintang H, Owner @maicaleaf


Berikut sedikit Cerita profile panggil aja Om Lintang

- Profesi petani digital , bertani sambil online

Tinggal di desa pelosok yang susah terjangkau jaringan internet dan beliau pernah bekerja juga di perusahaan PMA tapi berakhir menjadi pengangguran karena Di PHK . Terus apa yang membedakan om Lintang ini dengan seleller2 lain di bukalpak? kenapa Om ini begitu istimewa

Produk yang di jual adalah barang ndeso yang di beri merk ( Rebranding ) dan di Kemas Kembali ( Repacking ) yang lebih menarik , dari Benih Tanaman, Gula Jawa, Jamu Godok, Daun daunan, semua di repacking, dan merknya di beri nama "MaicaLeaf, G Organic, dan Dherb" yang merupakan nama anak dari Om Lintang ini , dan merk lainya Maica Leaf adalah produk repacking benih tanaman.






Om Lintang ini Memiliki visi yang sangat hebat "Membangun Kota Dari Desa" bagaimana produk desa bisa diterima di kota serta mengajak orang kota untuk memakai produk desa, duit orang kota harus masuk desa bahasa kerennya "Capital Flight",


Point-point penting yang di jelaskan oleh Om lintang :
Beruntunglah bagi sahabat muda sekarang sudah ada marketplace yang memudahkan segala aktivitas jual beli online yang mudah dan aman.
Apa sih hebatnya Repacking ? ow jangan salah di supermarket kita banyak lihat produk2 yang sebenarnya biasa banyak di temui di packing kembali dengan brand toko atau merk lainya dan nyatanya bisa meningkatkan nilai jual produk.
Tapi juga perlu di perhatikan,Yang tidak boleh dari repacking , isinya produk kita sendiri, tapi kita pake merk orang Lain. Itu namanya pelanggaran,
Yukk ah,"Do Something Useful if U Really Love Indonesia sekali lagi really love Indonesia "
Belajar berani untuk beralih dari Reseller ke pebisnis online, belajar berani jadi pengusaha online bukan pedagang online, keren kan..! :)



Selanjutnya sesi pertanyaan , saya kutip langsung dari chat di telegram .

T1 ) dari Om bagus

minta tips & trik untuk promosi produk brand sendiri yang baru saja launching (belum dikenal masyarakat)

J1 ) Lintang

1. Bonus untuk antisipasi feedback negatif, heheheh jd isin kalo customer mau kasih feddback negatif

:2. Bonus di jadikan niat sedekah, karena membuat org lain senang, the power of giving lah

3. Grupband jg ga langsung ngetop, nikmati process, jual barang spt persis grup band membuat lagu, easy lestiening, enak di denger ---- laku dech


T2) Om Ipul
halo om lintang.. saya ipul dari magelang juga.. cara promosi barang sendiri ataupun repacking seperti poduk om lintang agar cepet dikenal masyarakat khususnya via bukalapak.. apa yg harus di di lakukan..?? dan perlu berapa BUGDET yang dibutuhkan?? karena feedback om lintang cepat banget naiknya.. terima kasih


J2) Lintang
Ipul Yth, budget saya promote push per hari 300rb untuk produk baru, dgn nilai per klik 250 rp. kalo di kenal customer, gunakan produk berbahasa inggris, karena org indonesia g suka bahasa indonesia, hhehehehe, biar di kira produk import


Teori probabilitas di gunakan pada promote push, coba kalo pedagang, g berani ambil resiko,


kalo perlu free account berharap feedback cepat ?


misal bayar promote push 100rb tapi baliknya 1 jt ,


design packaging yg bagus, bukankah liat cewek dari bungkusnya


Hhehehe


P3) Om Bagus

Malem om maica, mo tanya, bagaimana seh cara untuk membuat produk kita lebih bersaing dengan produk yang sama jenisnya selain dari segi harga. Suwun om

J3) Om Lintang
Om Bagus,Promote produk sendiri, bukalapak menyediakan marketing tools spt promote push, itu sdh mumpuni, namun karena belajar dari produk saya yg receh, saya selalu memberi bonus, setiap customer beli,


Packaging, belajar dari google dgn keyword "Best Packaging Design", kita lihat desgin org2 luar ttg packaging

pertama org lihat adalah bungkus,

namanya golden eye kalo di supermarkert

P)Kalo difoto produkkan cuma produknya yg ditampilkan om??

Apa perlu sekalian packagingnya

J)kita lihat psikologis dari calon pembeli, kalo produk saya yg g dilihat bungkusnya mungkin sampai skrg g laku, pdhal isinya aluminium foil, byangin org membeli krn bungukusnya, bukan isinya.


P4) Om Adnan
Nama adnan asal jogjakarta mau tanya om apa saja produk2 yang bisa di rebranding sendiri kebetulan saya jualan barang Elektronik cina apa ya harus rubah merk nya dan bungkus ulang? Apa kira2 bisa diterima pasar? Kalo diganti brand nya?

J4) Om Lintang
untuk barang electroniic sulit sekali di rebranding, karena berhadapan dengan famous brand, org cenderung suka dgn famous brand

di rebranding extra berat kalo jenis brg electronic

kalo kita pake famous brand namanya pelanggaran

hehehe

P)Jadi harus cari peluang produk baru lokal om? Keluar dari zona nyaman begitukah..

J)reseller tidak ada yg abadi, bs dimanfaatkan sbg mengumpulkan modal, selama masih trend n booming


P6) Om Wahyu
Asal kota : Suroboyo
Username Lapak : pondok_kreazie
Kebetulan sy juga sedang jual produk teman2 UKM

Kalo mau repacking apakah pengaruh juga dengan ijin nya (PIRT, Halal dll) ?

J6) Om Lintang

Kalo untuk produk yg sdh di olah, misal singkong jd kripik harus ada PIRT, ngurusnya jg murah dan gampang, kalo dari form nya 1 PIRT bisa banyak produk
tapi kalo masih uji coba gpp



P7) Armani Jepara:

Halo Om Lintang,

Kenalken saya Armani dari Komunitas Bukalapak Jepara.

Gini om, saya kan Jual Produk china, Seperti Kalung dan Gelang untuk laki2,

Dibeberapa produk masih ada bungkus merk China nya.
Nah misal saya packing ulang dengan brand kita sendiri, itu termasuk pelanggaran ngga om?
Soalnya untuk produk perhiasan, produk import china itu kesannya kurang bagus kualitasnya.
Padahal saya stock dan jual produk yg kualitasnya bagus (tidak seperti produk china umumnya)

J7) Om Lintang
Bisa di repacking dgn acuan kualitas, namun kondisi politik n ekonomi yg spt ini lalu pemerintah merubah regulasi import, misalnya kerusuhan, terus mau dagang opo om, kalo kita tidk prepare produk lokal
china ribut sama indonesia, lalu masih mau import ?



P8) Om Ahmad
1. tanya om ...dari tadi kan masalh branding produk, kemudian pre packing , klu menurut om lintang antara kwalitas produks atau pakaging yang di utamakan dahulu...

2. om lintang banyak sekali punya reseller (ONDE-ONDE), cara maintain reseller bagaimana om? yang dilakukan om lintang selama ini, karena saya liat om lintang sebagai supliyer juga bermain retail yang juga menjadi pesaing reseller

J8) Om Lintang

Mantab om, #1. pertanyaan om mirip sept kasus Jam KW, yg dilihat adalah customer, pdhal sdh tau kualitasnya spt itu, tetap aja customer seperti kacang goreng, kita suka lupa bahwa yg lebih dulu adalah segmentasi, kita ni jualan yg beli siapa? Low End, Medium atau siapa,

Jadi syarat jualan adalah yg customer suka, kalo customer nya suka packaging ya packaging

kalo yg suka Kualitas biasanya g liat bungkus, tapi liat kualitas, untuk contoh kasus jam KW, yg beli jam SEIKO ori jg banyak, Gshock Ori jg banyak


#2. Tidak ada reseller yg loyalitas kepada produk kita, reseller selalu mencari yg murah, terus berpindah2 product,


P)jadi klu awal kita mau jualan tentukan dulu segmentasinya ya om ...jadi kita bisa pilih mana yang mau kita utamakan packaging atau kwalitas produknya yaa begitu om ?


J)benar, buat toko terpisah buat barang2 yang seperti itu

biar tidak merusak reputasi

P)untuk pertanyaan ke 2 om , segi harga dan bonus ini sebenarnya ada patokan gak


untuk maintenen reseller

J)kita punya kompetitor brg sejenis dgn brand berbeda, reseller kan prajurit perang, bonus dan price melihat medan perang dgn kompetitor brg sejenis


Harus ingat om " Bisnis Online itu seperti Lautan luas yang banyak ikannya, tergantung umpannya "


Masak iya mancing di laut umpannya cacing ?


Sebagai Penutup Om Lintang Memberi Beberapa Petuah yang super banget !!
Apa bedanya pedagang dengan pengusaha ? ilustrasinya Reseller banyak yg kukut, tapi pemilik/pabriknya barang tidak ? Warung yg jualan mie instant banyak yg kukut, tapi kenapa pabriknya tidak ?

coba pikir dech, kita pedagang atau pengusaha online ?
Mindset ttg pedagang dan pengusaha/pebisnis online bukan terletak pd apa yang dijual dan berapa modal tapi sudut pandang, pedagang hanya ber orientasi pada keuntungan sesaat, pokok e untung,titik , kalo Pengusaha orientasi kepada profit dan target, pengusaha bisa bertahan karena mentarget usahanya, kalo perlu usahanya bisa turun temurun. Coba tanya reseller tahun depan masih jualan sama seperti hari ini ? Jawabnya gtau, tapi kalo pengusaha sampai kapanpun bisa jawab.


Gimana nonjok banget kan , kita jadi merasa bersalah kalau cuma sekedar jualan dan tidak memberikan kontribusi lebih ke negara dengan mendukung produk lokal dan memajukan UMKM Indonesia. Coba banyak para pelapak seperti Om Lintang ini, pasti bakalan lebih maju pesat perkembangan perekonominan masyarkat . Dan kesejahteraan lebih merata tidak hanya di kota saja.


Sekian Om tante Topik rangkuman dari saya , Semoga bermanfaat buat yang ngga bisa ikut kelas telegram ini .

Salam ,
Iyandri

1 komentar:

Tips meningkatkan traffic di shopee tanpa iklan atau organik

Penting untuk seller bisa mendatangkan traffic secara organik atau tanpa iklan . Agar tidak terlalu bergantung dengan iklan. Berikut bebarap...